Saya katakan bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial adalah satu masyarakat yang adil dan makmur dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat teknologi yang sangat moderen. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme. #Soekarno Hatta.

SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE INDONESAI

Pada tulisan ini, saya akan membahas seputar sejarah bagaimana agama islam bisa masuk dan berkembang di Indonesia sampai saat ini. RANGKUMAN DARI: Penulis: Muhamad Alief Raflie, Mahasiswa S1 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Ekonomi Pembangunan OLEH: Moh. Iqbil qauli "SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA" Indonesia merupakan negara kesatuan dengan masyarakat yang mayoritas beragama Islam (muslim), dan merupakan negara dengan mayoritas terbesar ummat muslim di dunia. Berdasarkan data dari Sensus Penduduk pada tahun 2010 menunjukkan bahwa 87,18 % atau 207 juta jiwa dari total 238 juta jiwa penduduk Indonesia beragama Islam. Walaupun Islam adalah agama mayoritas, tetapi negara kita ini tidak berasaskan Islam. Secara terminologis, sejarah diangkat dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon. Secara terminologis saja, kata ini sudah menggambarkan pendekatan ilmu sejarah yang lebih analogis; karena memberikan gambaran pertumbuhan peradaban manusia dengan “pohon”, yang tubuh dari biji kecil menjadi pohon yang besar, rindang, dan berkesinambungan. Oleh karena itu, untuk dapat menangkap pelajaran, maksud atau pesan-pesan sejarah di dalamnya, kita memerlukan kemampuan untuk menangkap pesan-pesan yang tersirat sebagai ibarat. 1. Teori Gujarat Teori Gujarat mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-7 H atau abad ke-13 M. Gujarat ini terletak di India bagian barat, berdekatan dengan Laut Arab. Tokoh yang menyosialisasikan teori ini kebanyakan adalah sarjana dari Belanda. Sarjana pertama yang mengemukakan teori ini adalah J. Pijnapel dari Universitas Leiden pada abad ke-19. Menurutnya, orang-orang Arab bermazhab Syafei telah bermukim di Gujarat dan Malabar sejak awal Hijriyyah (abad ke7 Masehi), namun yang menyebarkan Islam ke Indonesia menurut Pijnapel bukanlah dari orang Arab langsung, melainkan pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan berdagang ke dunia timur, termasuk Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya, teori Pijnapel ini diamini dan disebarkan oleh seorang orientalis terkemuka Belanda, Snouck Hurgronje. Menurutnya, Islam telah lebih dulu berkembang di kota-kota pelabuhan Anak Benua India. Orang-orang Gujarat telah lebih awal membuka hubungan dagang dengan Indonesia dibanding dengan pedagang Arab. Dalam pandangan Hurgronje, kedatangan orang Arab terjadi pada masa berikutnya. Orang-orang Arab yang datang ini kebanyakan adalah keturunan Nabi Muhammad yang menggunakan gelar “sayid” atau “syarif ” di depan namanya. Teori Gujarat kemudian juga dikembangkan oleh J.P. Moquetta (1912) yang memberikan argumentasi dengan batu nisan Sultan Malik Al-Saleh yang wafat pada tanggal 17 Dzulhijjah 831 H/1297 M di Pasai, Aceh. Menurutnya, batu nisan di Pasai dan makam Maulanan Malik Ibrahim yang wafat tahun 1419 di Gresik, Jawa Timur, memiliki bentuk yang sama dengan nisan yang terdapat di Kambay, Gujarat. Moquetta akhirnya berkesimpulan bahwa batu nisan tersebut diimpor dari Gujarat, atau setidaknya dibuat oleh orang Gujarat atau orang Indonesia yang telah belajar kaligrafi khas Gujarat. Alasan lainnya adalah kesamaan mazhab Syafi’i yang di anut masyarakat muslim di Gujarat dan Indonesia. Dalam perkembangannya, teori Gujarat dibantah oleh banyak ahli. Bukti-bukti yang lebih akurat seperti berita dari Arab, Persia, Turki, dan Indonesia memperkuat keterangan bahwa Islam masuk di Indonesia bukan dibawa pedagang Gujarat. Sejarawan Azyumardi Azra menjelaskan bahwa Gujarat dan kota-kota di anak benua India hanya tempat persinggahan bagi pedagang Arab sebelum melanjutkan perjalanan ke Asia Tenggara dan Asia Timur. Selain itu, pada abad XII-XIII Masehi wilayah Gujarat masih dikuasai pengaruh Hindu yang kuat. Dari berbagai argumen teori Gujarat yang dikemukakan oleh beberapa sejarawan, ahli antropologi, dan ahli ilmu politik, analisis mereka terlihat Hindu Sentris, karena beranggapan bahwa seluruh perubahan sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama di Indonesia tidak mungkin terlepas dari pengaruh India. 2. Teori Makkah Teori Makkah mengatakan bahwa proses masuknya Islam ke Indonesia adalah langsung dari Makkah atau Arab. Proses ini berlangsung pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 M. Tokoh yang memperkenalkan teori ini adalah Haji Abdul Karim Amrullah atau HAMKA, salah seorang ulama sekaligus sastrawan Indonesia. Hamka mengemukakan pendapatnya ini pada tahun 1958, saat orasi yang disampaikan pada dies natalis Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN) di Yogyakarta. Ia menolak seluruh anggapan para sarjana Barat yang mengemukakan bahwa Islam datang ke Indonesia tidak langsung dari Arab. Bahan argumentasi yang dijadikan bahan rujukan HAMKA adalah sumber lokal Indonesia dan sumber Arab. Menurutnya, motivasi awal kedatangan orang Arab tidak dilandasi oleh nilai nilai ekonomi, melainkan didorong oleh motivasi spirit penyebaran agama Islam. Dalam pandangan Hamka, jalur perdagangan antara Indonesia dengan Arab telah berlangsung jauh sebelum tarikh masehi. 3. Teori Persia Teori Persia mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari daerah Persia atau Parsi (kini Iran). Pencetus dari teori ini adalah Hoesein Djajadiningrat, sejarawan asal Banten. Dalam memberikan argumentasinya, Hoesein lebih menitikberatkan analisisnya pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Kesamaan budaya ini dapat dilihat pada masyarakat Islam Indonesia . Dari uraian di atas dapat kita lihat perbedaan dan persamaan ketiga teori Gujarat, Makkah, dan Persia sebagai berikut: Antara Teori Gujarat dan Persia terdapat kesamaan pandangan mengenai masuknya agama Islam ke Indonesia yang berasal dari Gujarat. Perbedaannya terletak pada teori Gujarat yang melihat ajaran agama Islam mempunyai kesamaan ajaran dengan Mistik di India, sedangkan teori Persia memandang adanya kesamaan ajaran sufi di Indonesia dengan di Persia. Gujarat dipandangnya sebagai daerah yang dipengaruhi oleh Persia, dan menjadi tempat singgah ajaran Syi’ah ke Indonesia. Dalam hal memandang Gujarat sebagai tempat singgah bukan pusat, sependapat dengan Teori Makkah. Tetapi teori Makkah memandang Gujarat sebagai tempat singgah perjalanan perdagangan laut antara Indonesia dengan Timur Tengah, sedangkan ajaran Islam diambilnya dari Makkah atau dari Mesir. Walaupun dari ketiga teori ini tidak dapat titik temu, namun mempunyai persamaan pandangan yakni Islam sebagai agama yang dikembangkan di Indonesia melalu jalan damai. Itulah tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat, semua tulisan yang saya sampaikan tergantung anda memandangnya dan itulah hak anda. Terima kasih sudah membaca tulisan ini yang jauh dari kata sempurna ini.
Share:
30,10,2018
Share:

K.H.R. AS'AD SYAMSUL ARIFIN

Wahai penerus peradaban, yang telah menggoreskan. Bimbing kami menyibak gelapnya gulita ''Dunia''. ....dan terimaksih kami selalu haturkan...
Share:

profil saya



NAMA: mohammad iqbil qauli
TTL: Sumenep, 14 Desember 1998
TEMPAT TINGGAL: Raas, Brakas, sonok Timur
HOBY: sepak bola/ futsal







Nice to meet you??..😊😎..

Share:

tentang kita

TEMAN SEPERJUANGAN KULIAH😃😎😃
2018/2019


''Kelemahan diriku adalah kelebihan sahabatku, kelebihan dariku adalah bagian dari kehebatan sahabatku''!!😎


Share:
bantyak tugas
Share:

  PENGERTIAN INFORMASI :
Adalah pemberitahuan atau kabar berita baik secara langsung atau tidak langsung.
Secara Definisinya adalah hasil pengolahan data yang dimiliki arti atau atau manfaat bagi si -penemanya.


Sejarah perkembangan Teknologi Di Indonesia

  • A. SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
1. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia
Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia saat ini berkembang dengan pesat bersamaan dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan Teknologi Informasi, seperti sistem komunikasi dengan alat komunikasi yang searah maupun dua arah (interaktif). Penggunaan internet di Indonesia pun sudah menjadi suatu kebutuhan sehari-hari yang dikenal dengan teknologi berbasis internet (internet based technology).

Dimulai dengan peluncuran Satelit Palapa pada 9 Juli 1976 yang memudahkan arus komunikasi dan teknologi. Setelah itu dilanjutkan dengan perkembangan jaringan sellular, yaitu GSM pertama di Indonesia, yakni sebuah komunikasi bergerak yang tergolong dalam generasi kedua. Walaupun demikian menurut mentri riset dan tekhnologi, Hatta Rajasa Indonesia masih berada pada urutan 61 dari 64 negara dalam konteks achievement technology.

Pada sejarah perkembangan teknologi di Indonesia terutama pengenalan awal yang terjadi sekitar tahun 1970 - 1972-an melibatkan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia(UI). UI termaksud salah satu perguruan tinggi yang menjadi pelopor pengenalan teknologi. Dibawah ini ada beberapa peristiwa penting yang tercatat sebagai perkembangan teknologi di Indonesia :
Tabel Sejarah teknologi informasi di Indonesia

Tahun Peristiwa Penting
1972 s/d 1975 - PUSILKOM UI mulai melakukan kegiatan operasional
komputasi di lingkungan kampus UI.
- UI mengirimkan 2 (dua) orang staf PUSILKOM ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi tentang ilmu komputer.
1975 s/d 1986 - UI kembali mengirimkan 4 (empat) orang staf PUSILKOM ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi tentang ilmu komputer.
1984 Beberapa jaringan teknologi informasi di Indonesia mulai terhubung ke internet melalui jaringan UI-net. Jaringan internet Indonesia pada saat itu berjalan di atas protokol UUC, sedangkan umumnya menggunakan TCP/IP. Domain .id sudah muncul dan diakui pada tahun ini.
1986-an - Terbentuknya jaringan yang menghubungkan kampus- kampus besar Indonesia, mulai UI, ITB, UGM, ITS, UNHAS, Universitas Terbuka dan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud. Jaringan besar ini disebut UNINET. Jaringan yang dibuat dengan bantuan dari luar negeri ini menggunakan infratruktur jaringan telepon kabel konvensional, SKDP milik PT Indosat, serta SKDP via satelit(pac k s atne t). Ada 4 buah server yang dibuat dan ditempatkan di lokasi ITB, UI, UGM, dan ITS.
- UI membuka program studi ilmu komputer pertama untuk jenjang S-1.
- Adanya kegiatan Amatir Radio club (ARC) ITB yang membangun jaringan internet dengan menggunakan komputer Apple II dihubungkan dengan jaringan komunikasi memakai link radio amatir untuk mengoperasikan internet.
1988 Program studi ilmu komputer untuk jenjang S-2 dibuka di UI.
1988 s/d 1989 UI dipilih menjadigate way internet pertama di Indonesia, sekaligus sebagai koordinator pendaftaran domain .id internet protokol berbasis UUC.
1990-an Mulai dikembangkannya jaringan komputer dengan menggunakan teknologi packet radio pada band 70 cm dan 2 m secara luas.
1986 s/d 1993 PUSILKOM UI ditunjuk oleh Depdikbud sebagai salah satu
Pusat Antar universitas (PAU) dalam bidang ilmu komputer.
1993 - Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) UI diresmikan
oleh Mendikbud.
- Indonesia secara resmi terhubung dengan internet mengguankan protocol TCP/IP dan domain .id mulai diakui keberadaanya di internet tepatnya pada tanggal 4 Maret 1993.
- IPTEKNET menjadi situs pertama yang resmi terhubung dengan internet
1994 Munculnya Internet Service Provider (ISP) pertama di Indonesia yaitu indonet (www.indo.net.id)
1995 - PT Telkom melalui divisi riset dan teknologi memberikan sambungan leased line 14,4 Kbps sebagai bagian dari IPTEKNET.
- Departemen Pekerjaan Umum tercatat sebagai instansi departemen pemerintah Indonesia yang pertama kali on line (www.pu.go.id)

1996 - ITB terhubung ke jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3). Bandwidth internet pun di tambah sampai 1,5 Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet dan IIX 2 Mbps.
- bTerbentuknya APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) yang memfasilitasi munculnya banyak ISP.
- Munculnya layanan internet dial up dengan akses 33,6 Kbps.
1997 Layanan internet dial up mengalami kenaikan dari 33,6 Kbps
menjadi rata-rata 56 Kbps.
1998
Pemerintah daerah mulai masuk ke internet. Pemda pertama yang melakukan koneksi ke internet adalah Pemerintah Daerah Samarinda (www.samarinda.go.id).
1999
- Dikeluarkannya UU tentang telekomunikasi no. 36/1999.
- Inisiatif gerakan berbasis teknologi informasi mulai mencapai puncaknya.
- Perusahaan dotcom dan media-media yang memiliki segmen pendidikan teknologi informasi bermunculan di Indonesia.
- Kegiatan promosi, pameran, seminar, dan konferensi internasional teknologi informasi di selenggarakan secara beruntun.
2002
Secara resmi pemerintah Indonesia meluncurkan portal nasional pada tanggal 20 Mei 2002 dengan alamat www.indonesia.go.id.

2. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dalam Konteks Pendidikan
Pada tahun 1999 Depdiknas mulai merancang program untuk pembelajaran berbasis teknologi informasi. Program TIK di Depdiknas dimulai melalui program:
a. Jaringan Internet (Jarnet)  tahun 2000
b. Jaringan Informasi Sekolah (JIS)  tahun 2001-2002
c. Wide Area Network Kota (WAN Kota)  tahun 2002-2003
d. Information and Communication Technology Center (ICT Center) tahun 2004-2006
e. Indonesia Higher Education Network (Inherent) tahun 2006-2007
f. Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) tahun 2006-2008
g.South East Asian Education Network (SEA EduNet) tahun 2008
Pada tanggal 30 Juni 2004 diadakan DEKLARASI BERSAMA Indonesia, Go Open Source (IGOS). Dideklarasikan penggunaan dan pengembangan Open Source Software (OSS) yang ditandatangani oleh Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kehakiman dan HAM, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Pendidikan Nasional.

Pada tahun 2005 diadakan konferensi TIK untuk Indonesia. Konferensi ini merupakan forum pertemuan para peneliti, industri, pengembang, otoritas, pemerintah, analis dan lainnya yang terkait dengan TIK untuk mendiskusikan hasil-hasil penelitian, pengembangan maupun usulan yang berkaitan dengan TIK. Sampai sekarang sudah diadakan 3 kali yaitu 2005, 2006 (bertempat Bandung) dan 2007 (bertempat di Jakarta).

Konferensi tahun 2007 membahas tentang mengenali hambatan dan menemukan solusi dalam menjamin kesuksesan penerapan TIK Nasional.

Pada tahun 2009 diadakan ASEM ICT Workshop. Pertemuan delegasi dari ASIA EROPA pada tanggal 6-7 Oktober 2009 bertempat di Hotel Melia Yogyakarta.
Semua peristiwa diatas semata-mata hanya untuk meningkatkan perkembangan teknologi informasi pada dunia pendidikan. Upaya yang dilakukan pemerintah dengan program yang dirancang sudah cukup baik tetapi implementasinya kurang pada kenyataannya terutama pada tenaga pengajar yang kurang kompeten pada bidang teknologi informasi dan fasilitas atau sarana yang kurang ditunjang sehingga pengembangan teknologi informasi di sekolah – sekolah tidak merata dan kurang maksimal.

3. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dalam Dunia Sekolah
Deklarasi SEAMEO Regional Cooperation on Quality and Equity in Education pada SEAMEO Council Conference di bulan Maret 2002 di Chiang Mai, Thailand yang ditandatangani sepuluh menteri pendidikan se-Asia Tenggara. Deklarasi tersebut menjadi awal permulaan penerapan teknologi pendidikan yang dikenal dengan istilah Teknologi Komunikasi dan Informasi (Information and Communication Technology/ICT), hal ini dilatar belakangi oleh kemajuan perkembangan teknologi informasi khususnya internet dalam bidang pendidikan terutama pada sekolah di daerah Asia Tenggara yang dimulai sejak tahun 2000 hingga sekarang. Deklarasi tersebut merupakan cara yang strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan serta memperluas kesempatan belajar bagi semua peserta didik yang dapat dilakukan tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
Dalam UU No.2 Tahun 2000 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuainnya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan IPTEK serta jenjang masing-masing satuan pendidikan. Dengan dasar hukum yang sudah jelas tertera yang mengimplikasikan bahwa dalam pendidikan formal(sekolah) haruslah melibatkan perkembangan IPTEK yaitu pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. 

Pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dimulai dengan penggunaan media dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk memperbaharui cara penyampaian yang menarik dalam belajar.

Pada tahun 2004 Depdiknas memasukan materi pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum KBK, pemerintah memiliki tujuan agar siswa dapat menggunakan ICT dengan benar dan tepat dan dapat mengoprasikannya. Hal ini secara tidak langsung dapat memberikan bekal kepada siswa dalam menghadapi tantangan zaman, mengembangkan potensi dirinya, bersikap inisiatif, dan kreatif. 
ICT dianggap penting karena ilmu ICT bersifat universal dan modern sehingga pembekalan untuk menciptakan sumber daya manusia yang produktif harus menguasai ICT dan bahasa Internasional.

4. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau sering disebut ICT (Information and Communication Technology) menghadirkan tantangan baru bagi praktisi bimbingan dan konseling. Teknologi informasi dan komunikasi lebih cenderung pada eksploitasi peran dan fungsi dari Teknologi Komputer. Berbicara ICT berarti berbicara komputer baik pemanfaatannya, peran dan fungsinya dalam kehidupan. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya relevansi yang harus dilakukan oleh para prkatisi Bimbingan dan Konseling untuk menjawab tantangan ini. 

Pada Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para konselor untuk menguasai teknologi informasi untuk kepentingan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. 

Keterampilan konselor atau praktisi bimbingan dan konseling dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, merupakan salah satu wujud profesionalitas kerja konselor dalam pelaksanaan program layanan.. Information and Communication Technology (ICT) merupakan salah satu pendorong terjadinya globalisasi, karena itu penguasaan teknologi komunikasi dan informasi merupakan hal yang ‘mutlak’ harus dicapai. Teknologi informasi dan komunikasi menyampaikan informasi dalam bentuk teks, grafik, audio dan dalam format video. Selain itu ICT juga membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah. Khususnya hal yang paling potensial dalam ICT yaitu memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima. Membuat lingkaran yang berkesinambungan, dimana informasi mendorong komunikasi dan komunikasi mendorong informasi berikutnya dan seterusnya. Aziz Wahab mengemukakan, bahwa paling tidak terdapat empat alasan mengapa perlu menggunakan ICT, yaitu:
1) Informasi yang disimpan secara elektronik memiliki fleksibelitas dalam mengakses dan memanfaatkannya,
2) Komputer merupakan alat yang memiliki kemampuan tinggi dalam mengelola informasi,
3) Memudahkan para pengambil keputusan dalam mendapat informasi yang diperlukan,
4) Komputer sebagai alat untuk memproses informasi, memiliki tingkat aplikasi dalam setiap langkah manajemen
Dengan kemajuan teknologi komunikasi, konseling dapat dilakukan tanpa tatap muka, atau pertemuan langsung antara konselor dan klien. Konseling dapat dilakukan secara jarak jauh, diantaranya melalui:
1) Internet. 
2) Telepon. 
3) Video phone.
4) Radio dan televisi.
5) Surat magnetik. .
Menurut Handarini (2006), menyatakan bahwa teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan bimbingan konseling, yaitu: a) layanan appraisal, b) layanan informasi, c) layanan Konseling, d) layanan konsultasi, e) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan f) layanan evaluasi.
a) Pada layanan appraisal yang merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang berupa pengumpulan, analisa, dan pengumpulan data personal, psikologis, sosial siswa; yang berguna untuk memahami siswa dan membantu siswa memahami dirinya sendiri. Teknologi yang dapat diterapkan pada teknik testing dan non testing menggunakan computer dan internet. 
b) Layanan informasi yang merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa, dan mengembangkan keterampilan siswa bagaimana mencari informasi (personal-sosial, karier, pendidikan). Teknologi yang dapat diterakan yaitu self-initiated information searching dengan menggunakan internet.
c) Layanan konseling yang merupakan kegiatan layanan yang bertujuan untuk memfasilitasi self-understanding dan self-development, yang dilakukan dengan cara “dyadic relationship” atau small group relationship. Fokus kegiatan ini adalah personal development dan decision making. Teknologi yang dapat diterapkan adalah cybercounseling.
d) Layanan konsultasi yaitu layanan bantuan yang diberikan kepada guru, administrator sekolah, dan orang tua untuk memahami siswa atau anak. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu cyber consultation.
e) Layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut yaitu layanan Bimbingan dan Konseling yang bertujuan untuk membantu siswa memilih dan menggunakan kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang ada. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized self information dan internet.
f) Layanan evaluasi merupakan kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan program. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized-data collection, computerized assessment, dan internet.


               OLEH; Syarif Hidayah





Share:

Technology Informations

Technology

Recent Posts / Tulisan baru

Unordered List/Daftar yg tidak di kenal

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support / tema dukungan

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.